Minggu, 15 Mei 2016

Cerita tentang Passion

METROPOLITAN.ID-Komentar singkat itu boleh jadi langsung mengingatkan kamu pada Kaskus, forum komunitas maya terbesar di Indonesia.

Perjalanan panjang kedua pendirinya, yang berjuang membesarkan portal web itu hingga menjadi yang terbesar seperti sekarang ini, ternyata menarik untuk diangkat ke layar lebar. Dengan judul Sundul Gan: The Story of Kaskus, cerita yang mengulas tuntas passion Ken Dean Lawadinata dan Andrew Darwis tersebut pun siap tayang awal bulan depan.

Lantas, seperti apakah kisah di balik layar karya yang merupakan hasil kolaborasi Kaskus dan 700 Pictures itu? Simak celoteh mereka yang ikut sibuk dalam proses kreatif tersebut.

Naya Anindita
Anak Muda Banget

Naya Anindita, sang sutradara, menyebutkan perjuangan Ken dan Andrew membesarkan Kaskus dikemas dalam komedi dan gaya yang anak muda banget, dengan banyak efek visual, grafis, dan CGI dalam film ini.

Latar waktu filmnya, kata Naya, adalah sejak keduanya mulai merintis Kaskus di Seattle sampai sekitar tahun 2008 ketika Kaskus sudah mapan di Indonesia. Lulusan Curtin University Australia itu menyebutkan, ada waktu yang cukup lama untuk membangun ide kreatif film tersebut, yakni sekitar 1,5 tahun sejak 2014.

Namun, setelah semuanya siap, pengambilan gambar film yang hampir seluruh krunya adalah anak muda itu hanya menghabiskan waktu 18 hari. Tak hanya kisah sukses, ucap Naya, Sundul Gan: The Story of Kaskus juga menceritakan banyak hal tentang persahabatan antara dua tokoh utama.

"Aku berharap film ini bisa menginspirasi dan membawa elemen baru pada perfilman ber-genre biografi," tutur sineas 28 tahun yang pernah membawakan acara traveling "Jalan-Jalan Men" itu.    c34, ed: Endah Hapsari

Ken dan Andrew
Referensi Bisnis Rintisan
Ken Dean Lawadinata, salah satu pendiri Kaskus menjelaskan, nama Sundul Gan dipilih karena terkenal di kalangan pengguna Kaskus alias Kaskuser. Istilah-istilah unik lain seperti pertamax, afgan, agan, dan lain-lain juga banyak bermunculan dalam film.

Ken pun menekankan, pesan utama dalam film itu adalah tentang mengejar impian. Visioner internet yang sempat menempuh studi di Seattle University tanpa menamatkannya itu berharap, pesan tersebut bisa ditangkap oleh para generasi muda tanpa merasa digurui. "Dulu saya dan Andrew hanya melakukan passion dan apa yang kami anggap benar. Kaskus pada awalnya hanyalah sebuah bisnis startup kecil, namun dengan ketekunan dan kerja keras, semua bisa terjadi," ucap pria 30 tahun itu menjelaskan kilas perjalanan Kaskus.

Pendiri Kaskus lain yakni Andrew Darwis, yang dikenal sebagai Mimin, berpendapat sama. Ia menambahkan bahwa kehadiran film Sundul Gan selaras dengan kondisi terkini dunia bisnis Indonesia.

Soalnya, sekarang makin banyak generasi muda yang berminat menekuni bidang industri kreatif dan mengembangkan perusahaan startup. Pria kelahiran 1979 itu optimistis, film Sundul Gan bisa menjadi referensi tersendiri bagi mereka yang baru atau akan memulai bisnis rintisan.

"Sedikit banyak, di film ini bakal ada cerita jatuh bangun kami, tips dan trik menghadapi masalah saat merintis bisnis dan segala macam. Ini sumbangsih Kaskus untuk dunia perfilman Indonesia," tutur Andrew yang meraih gelar master dari jurusan Computer Science di City University Seattle.    c34, ed: Endah Hapsari

Dion dan Albert
Balada Dagu Panjang
Dalam film Kaskus ini, sosok Ken Dean Lawadinata bakal diperankan oleh aktor Dion Wiyoko. Sementara, Andrew Darwis alias Mimin Kaskus diperankan oleh aktor Albert Halim.

Ketika pertama kali mengetahui dirinya mendapatkan peran sebagai Ken, Dion Wiyoko merasa tertantang. Pria asal Surabaya itu tertarik karena naskah film yang ia perankan ini sangat menginspirasi, walaupun bergenre komedi.

Apalagi, sang sutradara juga menantang Dion untuk mengubah tampilan fisiknya. Aktor kelahiran Surabaya, 3 Mei 1985 itu harus menggemukkan badan agar mirip dengan Ken. "Sebenarnya diminta naikin lima sampai tujuh kilogram saja, tapi dalam sebulan, berat badan aku berhasil naik 10 kilogram," ucap aktor yang juga berperan di film Merry Riana itu.

Tantangan yang dihadapi Albert Halim, lawan main Dion, juga tak kalah sukar. Albert  harus 'memanjangkan dagu' agar terlihat persis seperti Andrew yang populer sebagai Mimin Kaskus. Caranya, Albert berusaha bicara dengan dagu dipanjangkan. Awalnya, ia berlatih dan tahan 10 menit, sampai akhirnya bisa bertahan 15 menit, 30 menit, hingga sehari penuh.

"Kalau dari segi fisik, ciri khas Mimin memang dagunya yang agak panjang. Jadi, saya berusaha keras (agar bisa) semirip mungkin," ujar pria kelahiran 17 September 1986 itu.

Penyuka musik pop dan jazz itu juga belajar cara bicara dan kebiasaan-kebiasaan kecil Andrew Darwis. Albert memerhatikan gestur, bahkan berusaha menyelami cara berpikir pendiri Kaskus tersebut.

Bagi Albert, berperan dalam film Sundul Gan adalah tantangan besar dalam karier beraktingnya. Sebab, Albert harus menampilkan sosok sukses yang masih ada dan sangat eksis. "Baik Andrew maupun Ken adalah sosok-sosok yang sangat menginspirasi, mereka sukses tapi sangat humble. Saya banyak belajar dari koko-koko ini," tutur Albert.
(republika.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar