Anda pun lebih mudah menjualnya sewaktu-waktu.
METROPOLITAN.ID - Tenor atau
jangka waktu pembayaran adalah salah satu hal penting yang perlu
dipahami saat mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
Anda
perlu mempertimbangkan banyak faktor sebelum menentukan tenor KPR.
Contohnya, berapa gaji Anda, berapa besar cicilan yang bisa dibayarkan,
dan sebagainya.
Sejumlah bank umumnya memberikan tenor sekitar 10 hingga 20 tahun. Semakin lama tenor yang dipilih, maka akan semakin kecil besar cicilan per bulannya, pun demikian sebaliknya.
Kedua pilihan tersebut baiknya dipilih mana yang paling sesuai dan tepat untuk diri sendiri, selaku kreditur. Alasannya, agar KPR yang diambil berjalan lancar tanpa macet, telat bayar, dan sebagainya.
Nah, untuk memilih tenor yang tepat baiknya Anda memahami lebih dalam tentang perbedaan tenor jangka panjang dan jangka pendek. Di antaranya seperti:
Dari segi pendapatan, tenor jangka panjang juga menjaga stabilitas keuangan. Contohnya Anda memiliki gaji Rp8 juta per bulan, sedangkan cicilannya sekitar Rp2 juta. Dengan demikian, Anda hanya menyisihkan 25% dari gaji bulanan.
Namun, mengambil tenor ini perlu mempertimbangkan kemungkinan masa depan. Contohnya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, dan sebagainya yang kemungkinan besar semakin naik.
Keuntungannya nominal pembayaran jauh lebih murah. Anda pun lebih mudah menjualnya sewaktu-waktu, karena rumah sudah lunas. Khususnya bila dibandingkan dengan over kredit yang memakan waktu lama. Kelemahannya, tentu jumlah cicilan per bulan lebih besar.
(properti.bisnis.com )
Sejumlah bank umumnya memberikan tenor sekitar 10 hingga 20 tahun. Semakin lama tenor yang dipilih, maka akan semakin kecil besar cicilan per bulannya, pun demikian sebaliknya.
Kedua pilihan tersebut baiknya dipilih mana yang paling sesuai dan tepat untuk diri sendiri, selaku kreditur. Alasannya, agar KPR yang diambil berjalan lancar tanpa macet, telat bayar, dan sebagainya.
Nah, untuk memilih tenor yang tepat baiknya Anda memahami lebih dalam tentang perbedaan tenor jangka panjang dan jangka pendek. Di antaranya seperti:
- Tenor Jangka Panjang
Dari segi pendapatan, tenor jangka panjang juga menjaga stabilitas keuangan. Contohnya Anda memiliki gaji Rp8 juta per bulan, sedangkan cicilannya sekitar Rp2 juta. Dengan demikian, Anda hanya menyisihkan 25% dari gaji bulanan.
Namun, mengambil tenor ini perlu mempertimbangkan kemungkinan masa depan. Contohnya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, dan sebagainya yang kemungkinan besar semakin naik.
- Tenor Jangka Pendek
Keuntungannya nominal pembayaran jauh lebih murah. Anda pun lebih mudah menjualnya sewaktu-waktu, karena rumah sudah lunas. Khususnya bila dibandingkan dengan over kredit yang memakan waktu lama. Kelemahannya, tentu jumlah cicilan per bulan lebih besar.
(properti.bisnis.com )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar