METROPOLITAN.ID – Di Indonesia, telah bermunculan
sejumlah perusahaan startup yang pasti sudah kita kenal. Sebut saja
Gojek, Bukalapak, hingga Tokopedia. Perusahaan-perusahaan startup ini
menginspirasi banyak orang, termasuk anak muda, untuk mengikuti jejak
kesuksesan mereka dengan mulai membangun perusahaan startup sendiri.
Namun, sudahkah kita mendeteksi rintangan-rintangan yang mungkin terjadi
saat kita membangun perusahaan startup sendiri?
PT Generasi Digital Internasional (GDILab) bersama Young On Top sebagai Event Organizer kembali mengadakan sharing session
bulanan mereka, Startup Connext. Startup Connext kali ini mengusung
tema Challenges of Startup Business di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta
Pusat (31/03/2016) dengan narasumber yakni Joh Juda (Head of Analyst
GDILab), Yopie Suryadi (CEO GNEWS), dan Erwin Urip (General Manager
Technical Services Blue Power Technology). Berikut ini beberapa tips dan
trik dan tantangan yang harus dipahami dalam membangun usaha Startup
Sendiri.
Mengenali Tantangan Startup
Dalam membangun perusahaan startup sendiri, mengenali tantangan
adalah bagian yang sangat penting. Mengetahuinya sejak awal bisa
membantu kita menentukan solusi yang akan kita ambil. Sehingga, kita
bisa meminimalisir kesalahan yang mungkin kita perbuat.
Mencari Co-founder Startup
Tantangan yang paling sering dihadapi startup baru adalah kendala
mencari co-founder, komitmen dengan visi, merancang model pendapatan,
bekerja dengan tim, menciptakan produk, hingga menghadapi penolakan.
Infrastruktur Startup
Dalam perjalanannya, tidak jarang pelaku bisnis menghadapi tantangan
seputar infrastruktur yang tidak efisien, tidak peka dengan kemauan
pasar, kesulitan mempertahankan produk, hingga tersendatnya pendanaan
dan keuangan.
Pentingnya Peran IT Bagi Startup
Perusahaan startup pun tidak lepas dari peran IT. Tantangan dari IT
sangat beragam, mulai dari keamanan data, mahalnya biaya untuk membangun
infrastruktur, hingga sumber daya manusia yang belum berpengalaman.
Solusi yang ditawarkan Erwin adalah sistem cloud computing sebagai
jawaban masalah biaya.
Memanfaatkan Media Sosial
Tidak ketinggalan, media sosial juga memegang peranan penting dalam
membangun perusahaan startup sendiri. Tahun lalu media sosial mungkin
hanya dijadikan sebagai media pendukung strategi pemasaran, namun saat
ini media sosial menjadi penentu strategi. Akan tetapi, masih ada
sejumlah pelaku bisnis yang belum menguasai cara mengembangkan bisnis
dengan bantuan media sosial.
“Untuk memulai startup, kita harus punya ide dan konsep yang jelas.
Percuma jadi yang pertama di dunia, tapi tidak ada yang butuh,” jelas
Yopie, menceritakan awal mula berdirinya GNEWS, mesin pencari berita
sekaligus digital PR solution. “Jangan menyerah jika kita gagal.
Teruslah berinovasi, karena inovasi tidak ada habisnya,” tambah Erwin.
Apapun bisnis yang sedang kita rintis, selama kita punya konsep dan
fokus yang jelas maka bisnis bisa berjalan sesuai yang kita impikan.
Dengan mengetahui risiko-risiko yang akan dihadapi, kita akan lebih siap
dalam mengambil keputusan dan menjadikan jalan keluar dari masalah
sebagai peluang untuk sukses. Yopie pun mengungkapkan kunci lain dari
kesuksesan membangun perusahaan startup sendiri “Stay humble and work
hard,” tutupnya.
(arenalte.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar