METROPOLITAN.ID Gaya hidup online sudah semakin
mengakar dalam dalam kehidupan sehari-hari dengan semakin banyaknya
orang yang mengkonsumsi informasi dari internet. Hal ini tercermin dalam
berbagai aspek kehidupan contohnya, ketika hendak berlibur, seseorang
akan mencari berbagai informasi terkait liburannya di internet seperti
informasi perkiraan cuaca, tempat wisata, review hotel, dan berbagai
informasi lainnya.
Oleh karena itu, sangat penting bagi sebuah usaha atau bisnis untuk
beradaptasi mengikuti gaya hidup masyarakat ini dengan membuat website
sebagai identitas online usaha agar mampu bersaing dan memaksimalkan
potensi bisnis. Langkah awal dalam menjangkau dunia online adalah dengan
membuat website, baik sebagai identitas online maupun platform
e-commerce.
Namun, terkadang ada mitos dan ketakutan yang membuat para pelaku
usaha terutama Usaha Kecil Menengah (UKM) mengurungkan niat mereka untuk
membangun sebuah website sehingga menutup potensi untuk memaksimalkan
bisnis mereka. Berikut adalah fakta-fakta dibalik mitos-mitos tersebut:
- Saya Tidak Yakin Website Tersebut Akan Berguna
Sebuah website yang bagus akan memberikan berbagai manfaat dan
membuat bisnis kita tampak lebih profesional dan mapan. Website juga
merupakan media yang tepat untuk berinteraksi dengan pelanggan dan
memaparkan informasi serta menjual produk dan layanan yang kita miliki.
Website ini juga akan menjadi kontak utama kita dalam berinteraksi
dengan pelanggan, calon pelanggan, investor, dan bahkan dengan calon
pegawai. Bayangkan jika website kita sebagai sebuah kartu nama atau
katalog bisnis yang bekerja 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
- Perusahaan Saya terlalu Kecil untuk Mempunyai Website
Sebuah UKM sering dihadapkan pada pilihan untuk “mencari pangsa pasar
baru untuk mengembangkan bisnis” atau “mempertahankan pelanggan yang
ada”. Saat inilah mereka membutuhkan sebuah website. Tantangan yang
dihadapi oleh UKM biasanya berkutat pada ketersediaan sumber daya
manusia untuk memperluas bisnis mereka, sedangkan sang pemilik usaha
tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan hal tersebut. Internet hadir
menawarkan solusi terbaik dalam menyediakan akses untuk ekspansi
bisnis, serta melakukan fungsi pemasaran produk dam layanan secara
efisien dalam hal biaya. Sebagai contoh, sebuah bisnis catering bisa
dengan muda menginformasikan menu baru mereka kepada pelanggan tetap
maupun calon pelanggan mereka melalui internet.
- Saya Gaptek dan bukan technologically-savvy
Kita tidak perlu menjadi technologically-savvy atau mahir dalam
teknologi untuk membangun website bisnis. Sebuah website yang sederhana
dapat menjadi brosur online bagi bisnis kita. Ada banyak perangkat
pembuatan website yang tersedia secara online dan sangat mudah untuk
digunakan. Dengan perangkat-perangkat ini, kita dapat membuat sebuah
website sederhana dengan cepat.
Setelah kita selesai membuat website ini, saatnya website kita muncul
di internet. Untuk itu, kita perlu bekerja sama dengan perusahaan web
hosting. Mereka bisa membantu kita untuk membeli dan mendaftarkan alamat
website atau yang sering kita sebut sebagai domain name. Domain .com
bisa menjadi pilihan terbaik karena bisa membuat website kita lebih
mudah dicari/dikenali, serta meningkatkan visibilitas dan kredibilitas
identitas online kita.
- Saya Tidak Mampu Membuat Website
Penting untuk diingat bahwa biaya membuat website merupakan sebuah
investasi dan hasil bisnis yang diperoleh dari website akan cukup untuk
membayar biaya maintenance website kita. Ada beberapa komponen biaya
dasar yang harus dianggarkan oleh pemilik bisnis untuk membangun sebuah
website seperti biaya registrasi nama domain, hosting, dan desain web.
Dan kini biayanya cukup terjangkau bagi UKM.
(arenalte.com/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar