METROPOLITAN.ID– Anda sering gagal dalam berbisnis? Mungkin metode bisnis anda salah. Coba simak trik bisnis ala Sun Tzu berikut ini.
Yudi Santoso, pengamat bisnis Tionghoa asal Surabaya, bahwa Sun Tzu bukan hanya seorang petarung saja.
“Dalam
menjalankan bisnis, situasinya tak jauh beda dengan peperangan itu
sendiri. Artinya di situ yang cerdik dan bisa memanfaatkan peluang meski
hanya selubang jarum dialah pemenangnya, dan ini juga bagian dari seni
bisnis,” ungkap San belum lama ini.
San menambahkan, ketika
dirinya mempelajari beberapa karya sastra Sun Tzu, ternyata tersimpan
beberapa catatan penting, mengenai bagaimana menjalankan bisnis ala Sun
Tzu.
Beberapa metode yang terkenal di antaranya adalah metode
lintasan chen chang dan metode bunga persik. Untuk metode lintasan chen
chang biasanya cocok diterapkan bagi pebisnis pemula, dan bunga persik
ideal diterapkan bagi pebisnis yang sudah mapan.
“Tapi sebenarnya intinya sama, yaitu bagaimana melanggengkan bisnis dengan modal kepercayaan,” kata San.
Metode
lintasan chen chang atau juga dikenal dengan gaya sarang laba-laba,
adalah sebuah jurus bisnis di mana lawan atau kompetitor dibuat tak
berdaya, hingga akhirnya menyerah dan menyatu dalam jaringan bisnis yang
dibuat. Caranya bisa dengan metode melukis langit dan menggali samudra.
“Melukis langit yaitu meyakinkan konsumen jika kita benar-benar andal dan bisa dipercaya sebagai mitra bisnis,” bebernya.
“Caranya
yaitu memanfaatkan jaringan kawan dekat atau kerabat yang seide dengan
kita untuk membuat jaringan bisnis bersama. Cara ini cukup efektif bagi
mereka yang bermodal tipis. Tapi di sini betul-betul harus loyal dan
jujur, sehingga persahabatan bisnis tetap terjaga dan langgeng,”
imbuhnya.
Cara kedua dalam metode sarang laba-laba adalah dengan
cara menggali samudra. Yaitu, sebuah metode eksplorasi kemampuan
pribadi, tanpa tergoda atau terjebak bujuk rayu kawan.
Karena
untuk bisa menciptakan sarang laba-laba atau jaringan bisnis yang kuat,
tentunya si pengusaha harus yakin dan percaya diri tapi bukan takabur.
“Artinya
tekunilah bisnis yang betul-betul kita pahami dan mampu melakoninya.
Bukan hanya sekadar mengekor tren atau terpengaruh kawan,” paparnya.
Metode bisnis Sun Tzu yang kedua, yaitu strategi bunga persik. Metode ini cocok dilakukan para pebisnis senior yang sudah mapan.
Caranya
yaitu dengan mempertahankan keanggunan bunga persik, tanpa ada semak
belukar yang menghalangi pandangan mata untuk melihatnya. Penerapannya
dalam bisnis yaitu bagaimana semakin mempermudah akses konsumen untuk
menjalin kerja sama bisnis.
“Sering kali pebisnis senior khawatir
dengan kehadiran kompetitor pemula. Hingga akhirnya melakukan segala
cara untuk menyingkirkannya. Ini salah besar karena yang timbul adalah
dendam, dan ibarat semak belukar maka kompetitor itu justru akan semakin
tumbuh tinggi dan menutupi keanggunan bunga persik,” katanya.
Cara
yang paling bagus adalah tetap memberi ruang bagi semak belukar itu
untuk tumbuh, tapi di ruang lain yang tidak menghalangi pandangan mata
ke arah bunga persik. Atau dalam kata lain, rengkuh kompetitor itu dalam
kelompok bisnis kita seperti halnya saudara.
(joglosemar.co)
trik nya mantap mas,,
BalasHapusperlu di coba nih,,