Minggu, 15 Mei 2016

Kerap Keok dalam Bisnis? Coba Tips Berikut

ilustrasi: antaranews
ilustrasi: antaranews
METROPOLITAN.ID– Anda sering gagal dalam berbisnis? Mungkin metode bisnis anda salah. Coba simak trik bisnis ala Sun Tzu berikut ini.
Yudi Santoso, pengamat bisnis Tionghoa asal Surabaya, bahwa Sun Tzu bukan hanya seorang petarung saja.
“Dalam menjalankan bisnis, situasinya tak jauh beda dengan peperangan itu sendiri. Artinya di situ yang cerdik dan bisa memanfaatkan peluang meski hanya selubang jarum dialah pemenangnya, dan ini juga bagian dari seni bisnis,” ungkap San belum lama ini.
San menambahkan, ketika dirinya mempelajari beberapa karya sastra Sun Tzu, ternyata tersimpan beberapa catatan penting, mengenai bagaimana menjalankan bisnis ala Sun Tzu.
Beberapa metode yang terkenal di antaranya adalah metode lintasan chen chang dan metode bunga persik. Untuk metode lintasan chen chang biasanya cocok diterapkan bagi pebisnis pemula, dan bunga persik ideal diterapkan bagi pebisnis yang sudah mapan.
“Tapi sebenarnya intinya sama, yaitu bagaimana melanggengkan bisnis dengan modal kepercayaan,” kata San.
Metode lintasan chen chang atau juga dikenal dengan gaya sarang laba-laba, adalah sebuah jurus bisnis di mana lawan atau kompetitor dibuat tak berdaya, hingga akhirnya menyerah dan menyatu dalam jaringan bisnis yang dibuat. Caranya bisa dengan metode melukis langit dan menggali samudra.
“Melukis langit yaitu meyakinkan konsumen jika kita benar-benar andal dan bisa dipercaya sebagai mitra bisnis,” bebernya.
“Caranya yaitu memanfaatkan jaringan kawan dekat atau kerabat yang seide dengan kita untuk membuat jaringan bisnis bersama. Cara ini cukup efektif bagi mereka yang bermodal tipis. Tapi di sini betul-betul harus loyal dan jujur, sehingga persahabatan bisnis tetap terjaga dan langgeng,” imbuhnya.
Cara kedua dalam metode sarang laba-laba adalah dengan cara menggali samudra. Yaitu, sebuah metode eksplorasi kemampuan pribadi, tanpa tergoda atau terjebak bujuk rayu kawan.
Karena untuk bisa menciptakan sarang laba-laba atau jaringan bisnis yang kuat, tentunya si pengusaha harus yakin dan percaya diri tapi bukan takabur.
“Artinya tekunilah bisnis yang betul-betul kita pahami dan mampu melakoninya. Bukan hanya sekadar mengekor tren atau terpengaruh kawan,” paparnya.
Metode bisnis Sun Tzu yang kedua, yaitu strategi bunga persik. Metode ini cocok dilakukan para pebisnis senior yang sudah mapan.
Caranya yaitu dengan mempertahankan keanggunan bunga persik, tanpa ada semak belukar yang menghalangi pandangan mata untuk melihatnya. Penerapannya dalam bisnis yaitu bagaimana semakin mempermudah akses konsumen untuk menjalin kerja sama bisnis.
“Sering kali pebisnis senior khawatir dengan kehadiran kompetitor pemula. Hingga akhirnya melakukan segala cara untuk menyingkirkannya. Ini salah besar karena yang timbul adalah dendam, dan ibarat semak belukar maka kompetitor itu justru akan semakin tumbuh tinggi dan menutupi keanggunan bunga persik,” katanya.
Cara yang paling bagus adalah tetap memberi ruang bagi semak belukar itu untuk tumbuh, tapi di ruang lain yang tidak menghalangi pandangan mata ke arah bunga persik. Atau dalam kata lain, rengkuh kompetitor itu dalam kelompok bisnis kita seperti halnya saudara.
(joglosemar.co)

1 komentar: